Wednesday, August 3, 2011

Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib (sa)



ِ
إِنَّمَا وَلِيُّكُم اللهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
“Sesungguhnya tiada lain pemimpin kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang menegakkan shalat dan menunaikan zakat ketika sedang ruku’.”(al Maidah:55)

Para ulama dari kalangan mazhab Ahlul bait (sa) sepakat bahwa ayat ini turun ketika Imam Ali (sa) bersedekah, memberikan cicinnya kepada peminta-minta saat beliau sedang ruku’ dalam shalat.

Pendapat para mufassir

Pertama: Al-Qadhi Al-Iji (wafat tahun 756 H) mengakui dalam kitabnya Al-Mawaqif fi ilmil kalam bahwa mufassir sepakat ayat ini turun berkaitan dengan Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib (sa). (Al-Mawaqif fi ilmil kalam, halaman 405).

Kedua: Al-Jurjani (wafat tahun 816 H) juga mengakui dalam kitabnya Syarah Al-Mawaqif fi ilmil kalam bahwa para mufassir sepakat ayat ini turun berkaitan dengan Imam Ali (sa). (Syarah Al-Mawaqif, jilid 8, halaman 360).

Ketiga: Alauddin Al-Qasyaji As-Samarqandi mengakui bahwa para mufassir dari Ahlussunnah sepakat, ayat ini turun sehubungan dengan Imam Ali bin Abi Thalib (sa). (Syarah Tajrid, Al-Qasyaji, halaman 368).

Silahkan rujuk kitab-kitab tafsir berikut:

1. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 2, halaman 293.
2. Fathhul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 2, halaman 53.
3. Al-Kasysyaf, Zamakhsyari, jilid 1, halaman 649.
4. Tafsir Al-Munir, Al-Jawi, jilid 1, halaman 210.
5. Fathhul Bayan, jilid 3, halaman 51.
6. Zadul Masir fi ilm At-Tafsir, Ibnu Jauzi, jilid 2, halaman 383.
7. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 12, halaman 26 dan 20.
8. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2, halaman 71.
9. Ahkamul Qur’an, Al-Jashshash, jilid 4, halaman 102.
10. Tafsir An-Nasafi, jilid 1, halaman 289.
11. Kanzul Ummal, jilid 45, halaman 146, hadis ke 416.
12. Tafsir Jalayn, halaman 213.

Pendapat ahli hadis
Para ulama ahli hadis meriwayatkan hadis-hadis bahwa ayat ini turun sehubungan dengan Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Mereka tersebut adalah:

1. Al-Hafizh Abdurrazzaq Ash-Shan’ani, penulis kitab Al-Mushannif, beliau guru Bukhari.
2. Al-Hafizh Abd bin Hamid, penulis kitab Musnad.
3. Al-Hafizh Razin bin Muawiyah Al-Andalusi, penulis kitab Al-Jam’u bayna Ash-
4. Shahhah As-sittah.
5. Al-Hafizh An-Nasa’i, penulis Shahih An-Nasa’i.
6. Al-Hafizh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, penulis kitab Tarikh yang masyhur.
7. Ibnu Abi Hatim Al-Hafizh Ar-Razi, Muhaddist dan mufassir yang terkenal, yang diyakini oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Minhajus sunnah bahwa dalam tafsir Ibnu Abi Hatim tidak ada hadis-hadis yang maudhu’.
8. Al-Hafizh Abu Syeikh Al-Ishfahani.
9. Al-Hafizh Ibnu Asakir Ad-Damsyiqi.
10. Al-Hafizh Abu Qasim Ath-Thabrani.
11. Al-Hafizh Al-Khathib Al-Baghdadi.
12. Al-Hafizh Abul Farj Ibnu Al-Jauzi Al-Hanbali.
13. Al-Hafizh Muhibuddin Ath-Thabari, guru besar di Mekkah.
14. Al-Hafizh Jalaluddin As-Suyuthi, pembaharu di kalangan Ahlussunnah abad kesepuluh.
15. Al-Hafizh Syeikh Ali Al-Muttaqi Al-Hindi, penulis Kanzul ummal.

Mereka adalah ulama Ahli hadis dari kalangan Ahlussunnah dari berbagai abad, mereka meriwayatkan hadis bahwa ayat ini turun ketika Imam Ali bin Abi Thalib (sa) mensedekahkan cincinnya ketika ruku’ dalam shalat.

Al-Alusi, penulis tafsir Ruhul Ma’ani berkata: Umumnya ahli hadis mengatakan bahwa ayat ini turun untuk Ali (karramallahu wajhah). (Tafsir Ruhul Ma’ani, Al-Alusi, 6/168).

Umumnya para mufassir dan ahli hadis sejak masa Bukhari hingga abad kesebelas, menetapkan hadis tersebut dan berkata bahwa ayat ini turun untuk Imam Ali bin Abi Thalib (sa).

Jika kita membaca tafsir Ibnu Kasir, tentang tafsir ayat ini, kita akan dapati bahwa ia mengakui keshahihan sebagian sanad riwayat ini. Tetapi, walaupun Ibnu Katsir mengakui keshahihannya, kami tetap memandangnya sebagai tokoh yang ta’ashshub dalam tafsir dan tarikhnya. Padahal para ulama peliti hadis ini menyatakan bahwa hadis ini adalah shahih. Para ulama ahli hadis dari Ahlul bait (sa) telah meneliti pernyataan ulama-ulama tersebut, dan menyatakan sanad-sanad hadis tersebut shahih.

Antara lain hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya (tafsir Ibnu Abi Hatim 4/162). Ia meriwayatkan dari Abu Said Al-Asyaj dari Fadhl bin Dakkin, dari Musa bin Qays Al-Hadhrami, dari Salamah bin Kuhail, ia berkata: Ali mensedekahkan cincinnya ketika ia sedang ruku’, kemudian turunlah ayat ini Al-Maidah: 55.

Al-Alusi mengatakan umumnya ahli hadis menyatakan hadis ini shahih.
Hassan bin Tsabit, seorang sahabat terkenal, mengatakan dalam syairnya:
زكاةً فدتك النفس يا خيرَ راكعِ فأنت الذي أعطيت إذ كنت راكعاً
وأثبتها أثنى كتاب الشرايع فأنزل فيك الله خيرَ ولاية

Zakat telah menjadi tebusan dirimu wahai sebaik-baik orang yang ruku’
Engkaulah yang memberikan saat engkau sedang ruku’
Syariat menetapkan dan memujinya
sehingga Allah menurunkan padamu sebaik-baik wilayah.

(Ruhul Ma’ani, Al-Alusi, 6/168)

Disarikan dari kitab:

1. Fadhâil Al-Khamsah min Ash-Shihhah As-Sittah, Allamah Sayyid Murtadha Al-Firuz Abadi
2. Al-Mujâja’ât, Allamah Sayyid Syarafuddin Al-Musawi
3. Al-Mizâb fi Tafsîr Al-Qur’ân, Allamah Muhammad Husein Thabathaba’i

No comments:

Post a Comment

Post a Comment