Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts

Friday, July 22, 2011

Bangladesh: Protes Penghapusan kata “Allah” di Banglades

Kode: 253559 Tanggal: 2011/07/15Sumber: www.abna.ir
print

Bangladesh:
Protes Penghapusan kata “Allah” di Banglades

Sekaitan dengan penghapusan konsep “Iman dan keyakinan mutlak pada Allah” dari peraturan mendasar Negara Banglades partai dan kelompok Islami Banglades melakukan aksi protes mereka.

Protes Penghapusan kata “Allah” di Banglades
Menurut Kantor Berita ABNA, Hal ini diumumkan oleh 12 Partai Islam dan mendapat dukungan dari salah satu partai oposisi “Partai Nasionalis Banglades” harapannya agar penghapusan kalimat yang menjadi gambaran semangat keimanan dan keyakinan  mutlak pada Allah tersebut dikembalikan pada tempatnya.
Walaupun agama Islam di Negara ini sebagai salah satu Agama yang diakui Negara namun sebagaimana peraturan yang sudah dicanangkan bulan sebelumnya adalah peraturan mendasar yang didasarkan dari poin-poin sekuler tahun 1972.
Karena alasan ini berduyun-duyun masyarakat turun ke jalan berunjuk rasa mengajukan protes dan harus berurusan dengan polisi. Banglades dengan penduduk Islam mencapai 148 juta orang adalah Negara berpenduduk Islam di tingkat ketiga, adalah sebuah Negara yang menggunakan konsep-konsep sekuler dan perputaran pemerintahannya. Dalam masalah pernikahan warisan dan semacamnya masyarakat menggunakan peraturan syariat Islam. Ide penggunakan pemikiran sekuler pertama kali dicetuskan di Banglades pada tahun 1972.(*)

Arab Saudi: Setelah Ditutup 3 Tahun, Masjid Syiah di Saudi Dibuka Kembali

Kode: 254746 Tanggal: 2011/07/21Sumber: www.abna.ir
print

Arab Saudi:
Setelah Ditutup 3 Tahun, Masjid Syiah di Saudi Dibuka Kembali

Setelah ditutup selama 3 tahun atas perintah kerajaan Saudi, 3 masjid Syiah kembali dibuka dan mulai digunakan warga Syiah untuk shalat berjama'ah.

Setelah Ditutup 3 Tahun, Masjid Syiah di Saudi Dibuka Kembali
Menurut Kantor Berita ABNA, setelah ditutup selama 3 tahun atas perintah kerajaan Saudi, 3 masjid Syiah kembali dibuka dan mulai digunakan warga Syiah untuk shalat berjama'ah. Dicabutnya pelarangan tersebut atas desakan beberapa ulama dan warga Syiah yang beberapa hari sebelumnya menemui Hakim wilayah As Syarqiyah, yang kemudian tuntutan tersebut dipenuhi hakim setempat.
Diberitakan sejak tahun 2008 banyak masjid Syiah dilarang menyelenggarakan shalat berjama'ah bahkan ada yang ditutup sama sekali. Bukan hanya di masjid-masjid, hatta di rumah sendiri warga Syiah dilarang untuk menyelenggarakan shalat berjama'ah dan melakukan aktivitas-aktivitas keagamaan. Kebijakan kerajaan tersebut atas desakan dan tekanan dari ulama-ulama Wahabi yang banyak berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan kerajaan. Adanya ketegangan di beberapa Negara di kawasan Timur Tengah awal tahun 2011 berpengaruh terhadap kebijakan kerajaan yang mulai longgar terhadap Syiah. Masjid-masjid Syiah diperbolehkan beroperasi kembali. Diberitakan ketiga masjid tersebut, sebelum ditutup memiliki jama'ah lebih dari 20 ribu orang.

Pakistan: Dua Pelajar Syiah Pakistan dipenggal Thaliban

ode: 254782 Tanggal: 2011/07/21Sumber: www.abna.ir
print

Pakistan:
Dua Pelajar Syiah Pakistan dipenggal Thaliban

Dalam upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Pakistan, Thaliban telah memenggal kepala dua pelajar Syiah di kawasan Kurum.

Dua Pelajar Syiah Pakistan dipenggal Thaliban
Menurut Kantor Berita ABNA, sebagai kelanjutan tindak kekejaman Thaliban di Pakistan dua pelajar Syiah ditemukan terpenggal tanpa kepala.
Berdasarkan berita ini sebelumnya beberapa tentara teroris Thaliban telah menangkap beberapa sopir truk berikut dua orang pelajar Syiah dari kawasan Parachinar, kemarin dua jasad pemuda tersebut ditemukan tanpa kepala di kawasan Kurum.
Setelah memenggal dua pelajar yang sedang bepergian menuju kota Pesyawar karena diterima di sebuah Universitas di kota tersebut. Mereka melepaskan para sopir truk yang ditangkap bersama dua pelajar tadi.
Tindakan tidak manusiawi tersebut menjadi penyulut kemarahan masyarakat pada pemerintah Pakistan karena pemerintah tidak mampu melindungi warganya dari kekejaman teroris semacam ini, pemerintah tidak mampu mengeluarkan Thaliban dari kawasan tersebut.
Disampaikan pada hari sabtu 6 truk telah dibakar Thaliban dimana 10 orang sopir juga ditangkap di kawasan Pakistan Barat Daya.(*) 

Wednesday, June 29, 2011

Kazakhstan Mencari Identitas Keislaman

I

ASTANA, KOMPAS.com - Masyarakat Kazakhstan, saat ini sedang gencar menggali kembali keislaman yang sudah lama menghilang. Negara yang berpenduduk mayoritas muslim tersebut sebelumnya di bawah kekuasaan Uni Soviet yang berpaham komunis.

"Itu sebabnya, banyak yang datang ke masjid-masjid yang sekarang mulai banyak dibangun di Kazakhstan, untuk belajar shalat dan memahami ajaran Islam lainnya," ujar Mufti Masjid Nur Astana Khalizhan di Astana, Kazakhstan, Rabu (29/6/2011), di sela-sela pertemuan menteri dalam negeri negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Menurut Khalizhan, hampir 75 persen penduduk Kazakhstan beragama Islam. Namun, masih belum banyak yang bisa menjalankan praktek keislaman. "Selama dibawah kekuasaan Uni Soviet, praktek keislaman memang amat jarang dilakukan. Kalaupun ada, dilakukan di masjid kecil di desa-desa. Tidak heran ketika Kazakhstan merdeka, amat sedikit yang mempraktekkan Islam," ujarnya.

Kazakhstan akan memimpin OKI yang beranggotakan 57 negara. OKI didirikan tahun 1969, dan Kazakhstan bergabung dengan OKI tahun 1995.